Jumat, 15 April 2011

HAMIL EKTOPIK ( Hamil di luar kandungan )


Definisi
Kehamilan dengan ovum yang dibuahi berimplantasi dan tumbuh tidak di tempat yang normal yakni dalam endometrium kavum uteri
Klasifikasi
a. Tuba Fallopii
Pars interstisialis
Isthmus
Ampulla
Infundibulum
Fimbria
b. Uterus
Kanalis servikalis
Divertikulum
Kornua
Tanduk rudimenter
c. Ovarium
d. Intraligamenter
e. Abdominal
Primer
Sekunder
f. Kombinasi kehamilan dalam dan luar uterus
Prevalensi
Sebagian besar wanita 25-35 tahun
1 diantara 300 kehamilan (mkn lebih tinggi)
Terbanyak adalah kehamilan tuba (90%) khususnya di ampula atau isthmus
Kehamilan Tuba
Dijelaskan secara detail di halaman tersendiri
Kehamilan Servikal
Jarang
Biasanya tjd abortus spontan didahului perdarahan yang makin lama makin byk
Jarang sampai 20 minggu
Tindakan kerokan kavum uteri dan kanalis servikalis
Diagnosa tegak lebih dini dg USG
Kehamilan Divertikulum Uterus
Jarang sekali dan sulit didiagnosa
Diagnose tegak dg USG dan MRI
Akibatnya: rupture keluar uterus atau abortus
Kadang kehamilan dpt terus berlangsung dan memerlukan laparotomi untuk melahirkan janin diikuti dg histerektomi
Kehamilan Ovarial
Jarang
Terjadi bila spermatozoon memasuki folikel de Graaf yang baru saja pecah dan menyatu dg ovum yang msh di dalam folikel
Akibatnya: ovum yg dibuahi mati atau rupture
Diagnosis hrs memenuhi syarat Spiegelberg:
Tuba pd tempat kehamilan hrs normal/bebas terpisah dr ovarium
Kantong janin hrs terletak dalam ovarium
Ovarium yang mengandung kantong janin harus berhubungan dg uterus lewat ligamentum ovarii proprium
Hrs ditemukan jaringan ovarium dalam dinding kantong janin
Kehamilan Kombinasi Intra dan Extrauterin
1 dari 6000 kehamilan
Kehamilan kembar dg satu ovum yang dibuahi berimplantasi di kavum uteri dan ovum yg lain dibuahi dan berimplantasi di tuba.
Kehamilan Abdominal
Bisa primer atau sekunder
Primer: Ovum dan spermatozoon bertemu di satu tempat di peritoneum dalam rongga perut
Sekunder: kehamilan tuba yang kemudian janin yang msh hidup meninggalkan tuba melalui ostium abdominalis atau lewat sobekan dinding tuba.
Ancaman bahaya perdarahan dan ileus
Biasanya janin mati dan diresorbsi/mumifikasi/kalsifikasi(lithopedion)/abses
Diagnosis
Rasa nyeri berlebihan
Letak janin tidak normal
Palpasi : bagian2 janin teraba jelas dibawah dinding abdomen atau teraba tumor sebesar tinju dibawah simpisis yaitu uterus
Tes oksitosin
Foto roentgen
Histerosalpingografi
USG
MRI
Terapi
Operasi harus segera dilakukan pd janin yg masih hidup, tidak terlalu urgen pada janin yg sudah mati
Biasanya plasenta ditinggalkan di dalam perut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar